Marseille mengalahkan Toulouse dengan bantuan VAR dan Dimitri Payet ganda

Marseille menggebrak kampanye Ligue 1 mereka dengan kemenangan 4-0 atas Toulouse yang nyaman di Stade Velodrome pada Jumat, seperti brace dari playmaker Perancis Dimitri Payet serta penalti yang dikasihkan oleh asisten video waktu lakukan kiprahnya di Prancis. Tuan-rumah mengatur laga dari step awal menjadi Payet, yang cetak enam gol serta 11 assist di liga musim kemarin, menarik tali di jantung posisi tengah mereka. Sesudah tidak berhasil menguji penjaga gawang Toulouse Baptiste Reynet dengan tujuh usaha ke gawang, Marseille temukan terobosan saat bek Kelvin Amian Adou dinilai sudah diakukan oleh bola dari sundulan penyerang Valere Germain didalam kotak. Wasit Ruddy Buquet tidak memberikan hadiah penalti sebelumnya, cuma untuk asisten wasit video (VAR) untuk memperingatkannya jika ketetapan itu butuh dilihat pada monitor bagian lapangan. Payet mengambil langkah ke slot penalti di sudut bawah sebelum kembali dari istirahat paruh waktu untuk memberi timnya bantal dua gol. Alternatif Bouna Sarr membuat lari cepat dari sayap kanan cuma untuk merusak upayanya di penjaga gawang, tinggalkan Payet untuk dengan tenang membengkokkan rebound dengan kaki kanannya. Cacat yang dicapai dari pemain tengah Morgan Sanson temukan Germain yang meningkatkan gol ke-3 dengan hasil akhir yang prima.

Pencetak gol paling banyak musim kemarin Florian Thauvin, yang barusan kembali dari kampanye Piala Dunia yang sukses bersama dengan Perancis, memberikan gol ke gawang dengan gol dari jarak dekat sesudah umpan silang yang diarahkan dengan baik dari full-back Jordan Amavi. Toulouse, yang memerlukan kemenangan playoff untuk menjaga status top-flight mereka musim kemarin, berjuang untuk membuat kesempatan di selama laga karena mereka tuntas dengan cuma satu usaha pada tujuan. Penampilan memikat Marseille tunjukkan mereka mempunyai alat untuk melawan untuk tiga tempat paling atas musim ini, sesudah ketinggal ditempat Liga Champions cukup dengan satu point musim kemarin. Batas waktu perdagangan MLS sudah hadir serta pergi serta dengan itu, beberapa langkah yang menarik perhatian di semua liga termasuk juga sepasang homecoming untuk favorite pengagum di Kansas City serta Columbus. Mari kita lihat beberapa langkah terpenting yang dibikin di liga pada hari-hari serta minggu mendekati batas waktu perdagangan hari Rabu. Christian Ramirez ke Los Angeles FC Di permukaan, ini terlihat seperti langkah yang tak perlu yang dibikin oleh beberapa rookie MLS, yang dipandang dalam kombinasi untuk gelandang bertahan serta bukan pemain depan. Dengan Marco Urena serta Adama Diomande di deretan, pelatih kepala Bob Bradley saat ini mempunyai tiga penyerang yang dapat diambil. Ramirez sudah tunjukkan dalam 1/2 musim jika pengembalian scoring produktifnya di NASL bukan kebetulan.

Artikel Terkait :  Jose Mourinho Geram Pada Staf Medis United

Kecenderungannya untuk cetak membuahkan 21 gol dalam 50 laga untuk Minnesota United, serta LAFC akan mendapatkan faedah dari mempunyai predator seperti itu yang bisa memakai kecerdasan serta ukurannya untuk menggebrak gol dari dalam ruang. Ini bukan peregangan untuk memikirkan Ramirez begitu diuntungkan dari sihir playmaking Carlos Vela serta Diego Rossi, atau lewat kecepatan serta pergerakan Latif Blessing. Dia akan menggerakkan untuk tempat awal serta langsung bisa dilemparkan ke mengingat jika Diomande tengah punyai urusan dengan cedera hamstring serta Urena sudah jatuh tidak disenangi. Menjadi imbalan untuk masyarakat asli L.A, Minnesota terima sampai $ 1 juta uang alokasi, yang pelatih kepala Adrian Heath bisa pakai untuk menyokong pertahanan yang sudah memberi 46 gol musim ini. Ramirez selama-lamanya akan dikenang oleh beberapa fans di Minnesota, serta memang demikian untuk cetak gol pertama team di MLS diantara beberapa hal yang lain, tapi saat ini pekerjaan panggilan di L.A. untuk Ramirez, yang memberikan kedalaman substansial untuk serangan yang telah beresiko. Kellyn Acosta ke Colorado Rapids Sesaat persetujuan ini turun lebih dari dua minggu waktu lalu, masih tetap menggelegar untuk lihat Acosta dalam kostum Rapids. Gelandang itu begitu erat diidentifikasi dengan FC Dallas yang mengagetkan memandangnya membawakan tasnya.

Akan tetapi, sesudah kontrol selanjutnya, semuanya tidak berjalan dengan baik untuk Acosta pada tahun kemarin. Penurunan berbentuk yang mencerminkan keruntuhan akhir musim FC Dallas serta cedera untuk mengawali 2018 bermakna menit yang tidak berkelanjutan musim ini. Ukuran sampel Acosta di Colorado masih tetap kecil (cuma dua game) tapi tentunya menjanjikan. Dia telah mempunyai dua gol di penggalian baru serta nampaknya nikmati peranannya dalam pergantian Colorado ke konstruksi 4-4-2 dari 3-5-2 jika pelatih kepala Anthony Hudson awalannya dikerjakan. Lebih dari semuanya, pemirsa lihat keyakinan di Acosta yang begitu kurang. Ingat kesombongan yang dia perlihatkan dalam berayun dalam sepakan bebas Pachuca di semi final Liga Champions 2016-17 CONCACAF? Itu Acosta yang hilang di Frisco tapi diketemukan kembali di Colorado. Mengenai beberapa orang Texas, Dominique Badji merupakan orang yang di kirim menjadi ubah Acosta.

Artikel Terkait :  Pria sejati dan pahlawan Wilkins 'pemain di depan waktunya'

Badji memberikan FC Dallas kedalaman serta kecepatan yang begitu diperlukan pada penyerang, pemain yang dapat lengkapi Maximiliano Urruti yang licik. Dengan playmaker Chili Pablo Aranguiz saat ini dalam kombinasi, pelatih kepala FC Dallas Oscar Pareja semestinya tak perlu cemas mengenai set ke-2 ambruk. Krisztian Nemeth ke Sporting Kansas City Bukan rahasia lagi jika Revolusi New England ingin turunkan Nemethas lebih awal karena musim semi lantas ini sesudah memperoleh dia musim kemarin. Pemain internasional Hungaria belum pernah menang atas bos baru Brad Friedel, menjadi pada akhirnya persetujuan dibikin minggu ini untuk kirim Nemeth ke Sporting Kansas City sejumlah $ 350.000 dalam alokasi uang. Untuk yang berumur 29 tahun ke depan, ini bisa menjadi mudik yang hangat. Nemeth mempunyai salah satunya musim terunggul dalam karirnya yang mendunia waktu ia cetak 10 gol serta enam assist dalam 28 laga bersama dengan Sporting Kansas City pada 2015 sebelum mengemas tasnya untuk Qatar pada 2016. Semenjak mereka berdagang di Dom Dwyer Juli lantas, Sporting Kansas City sudah berusaha untuk menulis diatas celah mereka di muka. Fanendo Adi serta Christian Ramirez merupakan beberapa nama yang digembar-gemborkan tapi selanjutnya, pelatih kepala Peter Vermes inginkan muka yang dikenalnya.

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Sbobet | Agen Judi | Agen Casino | Bandar Bola | Judi Online All Rights Reserved. Frontier Theme